Kini Asia Tenggara Punya 12 Startup Unicorn

Kini Asia Tenggara Punya 12 Startup Unicorn – Ekonomi digital di kawasan Asia bagian tenggara tetap mampu berkembang di tengah tekanan pandemi Covid19 bahkan kawasan ini telah memiliki 12 startup kelas unicorn atau berevaluasi 1 milliar dollar AS.

Berdasarkan laporan e-Conomy SEA yang dirilis oleh Google, Temasek dan Bain & Company jumlah startup unicorn tahun ini bertambah satu menjadi 12, dari sebelumnya 11 di tahun 2019.

Kini Asia Tenggara Punya 12 Startup Unicorn

Adapun ke-12 unicorn di Asia Tenggara kini terdiri dari Bigo, Bukalapak, Gojek, Grab, Lazada, Razer, Sea Group, Traveloka, Tokopedia, VNG, dan VNPay.

Saat Ini Asia Tenggara Punya 12 Startup Unicorn

Asia Tenggara kini punya 12 unicorn dimana yang terakhir masuk adalah VNPay yaitu startup asal vietnam dimana informasi ini didapat dari Partner and Leader, Bain & Company Southeast Asia Private Equity Practise pada konferensi pers virtual.

Dijelaskan ekonomi digital di Asia Tenggara memang tumbuh kian cepat akibat pandemi dimana di tahun 2020 diperkirakan mencapai 100 milliar dollar AS dan akan melampaui 300 miliar dollar AS pada 2025.

Penggunaan internet di Asia Tenggara terus meningkat dengan 40 juta pengguna baru pada tahun ini dimana totalnya menjadi 400 juta pengguna dari tahun 2019 sebanyak 360 juta pengguna.

Para pengguna baru itu juga sebagian besar berasal dari daerah non metro, selain itu, penggunaan internet rata-rata menjadi satu jam lebih lama saat masa lockdown.

Kini Asia Tenggara Punya 12 Startup Unicorn

Covid 19 ini telah mengubah cara hidup banyak orang yanga da di Asia Tenggara dan perkembangan sektor layanan keuangan digital, HealthTech dan EdTech diperlukan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di tengah masyarakat.

Di sisi lain investasi teknologi di kawasan ini terus berlanjut dengan tumbuh 7 persen antara 2018 sampai 2019 dan kemudian kembali tumbuh 17 persen pada semester 2020 dibandingkan periode sama tahun lalu tentu alessandro menjelaskan sejak 2018 nilai transaksi di ekonomi digital memang menurun di dorong pelambatan investasi di startup unicorn tapi investasi di non unicorn terus menunjukan pertumbuhan yang kuat.

Di kawasan Asia Tenggara pertumbuhan ekonomi digital paling tinggi tahun ini ada pada Vietnam yakni 16 persen dengan perkiraan 14 milliar dollar AS dan kemudian disusul indonesia dengan tumbuh 11 persen yang diperkirakan bernilai 44 milliar dollar AS.

Indonesia tetaplah pasar ekonomi internet terbesar di Asia Tenggara dan menjadi medan persaingan utama bagi platform teknologi dan oleh sebab itu mereka sangat siap untuk menjadi pendorong utama inovasi digital di kawasan ini dan Kini Asia Tenggara Punya 12 Startup Unicorn

Leave a Comment